Menurut Kantor Berita ABNA, pagi awal Muharram warga Syiah Pakistan berkumpul di Husainiyah Ali Ridha di kota Karachi Pakistan. Sementara mendengarkan ceramah mengenai peristiwa Karbala dan terbantainya keluarga Nabi saww, mereka dikagetkan oleh serangan tiba-tiba dari kelompok teroris yang menamakan diri "Tentara Yazidi". Serangan tersebut merenggut nyawa tiga orang warga Syiah dan satu orang lainnya mengalami luka parah. Setelah melakukan serangan, kelompok teroris tersebut segera melarikan diri.
Ulama-ulama Syiah Pakistan menyayangkan kejadian tersebut dan segera meminta pihak kepolisian untuk menangkap pelakunya. Mereka meminta kepolisian segera melakukan penangkapan dan jika pelakunya belum tertangkap dalam 24 jam, ulama Syiah Pakistan menilai kepolisian gagal dalam menjalankan tugasnya. Anehnya, kepolisian Pakistan justru menangkap 16 orang warga Syiah dengan alasan ke enam belas orang tersebutlah yang menjadi pemicu serangan berdarah tersebut.
Wartawan ABNA untuk Pakistan melaporkan "Shuma" satu-satunya stasiun televisi yang menyiarkan peristiwa tersebut oleh pihak keamanan Pakistan diminta segera untuk menghentikannya. Perlu diingatkan, kelompok teroris Wahabi menjelang masuknya bulan Muharram telah menyatakan akan semakin gencar melakukan aksi-aksi teror mereka dan menyatakan akan membanjiri Pakistan dengan darah orang-orang Syiah. Sayangnya, pihak kepolisian Pakistan tidak memperdulikan ancaman tersebut.